Jakarta – Musisi muda berbakat, Nadin Amizah, kembali menjadi korban pelecehan saat tampil di atas panggung. Kejadian tidak menyenangkan ini terjadi dalam sebuah konser di Pasar Senggol, Bekasi, pada akhir pekan lalu.
Melalui unggahan di media sosial pribadinya, penyanyi lagu Bertaut tersebut menyampaikan rasa kecewa dan sedih atas perlakuan sebagian penonton yang dianggap telah melewati batas.
Dalam keterangannya, Nadin menjelaskan bahwa ada sejumlah penonton yang memaksa mendekat, mendorong, bahkan menyentuh tubuhnya tanpa izin, meskipun sudah ada pengamanan dari pihak keamanan acara.
“I am so disappointed in you guys dan kebiasaan sebagian dari kalian yang dorong-dorong, ngerubungin aku dan tim padahal udah dibarikadein sama tim keamanan, tapi tetap chaos,” tulis Nadin Amizah dalam unggahan Instagram-nya.
Lebih menyedihkan lagi, insiden ini bukan kali pertama terjadi. Pada bulan September 2023, ia juga pernah mengalami kejadian serupa saat mengisi sebuah konser di Bandung.
Perilaku penonton yang menyentuh tubuhnya tanpa persetujuan membuat Nadin merasa marah dan kecewa terhadap dirinya sendiri, karena kejadian tersebut kembali terulang.
“Malam ini terjadi lagi. Tubuh aku yang sangat aku jaga kesentuh orang, dan aku rasanya marah banget ke diri sendiri karena kok kejadian lagi ya,” ungkapnya.
“Feel so dirty in my own body. You guys are not fan,” tegasnya lagi.
Meski demikian, dalam insiden sebelumnya di Bandung, Nadin sempat menyatakan bahwa ia tidak ingin menyebut dirinya sebagai korban kekerasan seksual atau pelecehan seksual secara langsung.
Ia menilai kejadian saat itu bisa jadi merupakan bentuk ketidaksengajaan akibat kurangnya ruang atau pengamanan yang memadai di lokasi acara.
“Aku tidak menganggap diriku korban dari kekerasan seksual karena aku merasa akan mengambil ruang dari korban yang beneran mengalami kekerasan seksual. Aku merasa tadi malam adalah ketidaksengajaan, dan itu terjadi karena ada ruang,” jelasnya dalam Instagram Stories, Selasa (26/9/2023), seperti dilihat dari unggahan yang beredar.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa menyentuh bagian tubuh mana pun tanpa persetujuan tetap merupakan bentuk pelecehan yang tidak dapat dibenarkan.
“Meski kalian berusaha menyentuh bagian sini (bahu) itu adalah pelecehan juga. Aku tidak mengatakan itu pelecehan seksual, tapi aku tidak terima badan aku disentuh bagian mana pun tanpa persetujuanku. Aku tidak terima dan aku tidak mau hal tersebut terjadi lagi,” tambahnya.
Peristiwa yang menimpa Nadin Amizah ini kembali menjadi pengingat pentingnya kesadaran kolektif atas etika dalam menikmati pertunjukan musik.
Para penggemar harus memahami batasan, menjaga sikap, serta menghormati privasi dan ruang pribadi musisi di atas maupun di luar panggung. Tanpa adanya perubahan perilaku dari penonton, potensi terulangnya pelecehan dalam konser akan terus menjadi ancaman serius bagi para pelaku seni.