Jakarta – Keluarga Jerome Polin tengah berada dalam suasana duka mendalam setelah kepergian sang ayah, Marojahan Sintong Sijabat, yang meninggal dunia pada Kamis malam, 30 Oktober 2025.
Sebelumnya, Jerome sempat mengabarkan kondisi ayahnya yang drop dan kritis di rumah sakit, hingga akhirnya berita duka tersebut harus disampaikan kepada publik.
Jerome, lulusan Universitas Waseda Jepang dan pembuat konten yang sangat dikenal, bergegas ke Surabaya begitu mendapatkan kabar dari keluarga. Di sana ia mengenang momen saat menggenggam tangan ayahnya yang terbaring lemah, sebuah potret kelekatan yang memperlihatkan betapa eratnya relasi mereka.
Kemudian, lewat sebuah unggahan Instagram Story pada malam di hari yang sama, ia menuliskan:
“Selamat jalan, Papa. Jaga kami dari sana ya. Papa tahu Jerome tiap hari kurang tidur, capek, jadi papa tiap ketemu selalu pijitin pundak dan kepala Jerome, ” tulis Jerome disertai emoticon menangis dikutip dari Insta Story miliknya, Jumat (31/10).
Tak hanya itu, YouTuber 27 tahun ini juga berbagi kenangan manis yang akan selalu melekat di benaknya: video ayahnya tertawa dan berjoget mengikuti alunan musik dalam suasana hangat keluarga kecil mereka. “Pa, Jerome bakal kangen kerandoman dan kehebohan papa,” tulisnya dengan penuh rasa kehilangan.
Salah satu momen yang paling diingat adalah ketika ia menyanyi bersama ayahnya dan saudaranya sambil menyanyikan lagu-lagu Batak, saling bercanda dan menanyakan arti lirik ke sang ayah. “Pa, bakal kangen nyanyi lagu-lagu Batak sambil nanya artinya apa ke papa,” ungkap Jerome dengan suara nyesek.
Sementara itu, kakak Jerome yakni Jehian Panangian Sijabat juga sempat membagikan foto sang ayah tengah berdoa di ranjang rumah sakit. Lengan orangtuanya terpasang infus, kepala menunduk, namun rasa khidmat terpancar jelas dalam gambar tersebut.
“Di tengah rasa sakitnya, kulihat Papa berdoa. Entah apa yang mereka bicarakan. Hanya Papa dan Tuhan yang tahu.”
“Sekarang, Papa dan Tuhan sudah berjumpa. Mungkin mereka sedang bicara. Namun yang aku tahu, Papa sudah tidak sakit lagi.” tulis Jehian dalam unggahannya.
Berita bahwa ayah Jerome meninggal dunia ini kemudian menyebar cepat dan memancing simpati besar dari warganet. Ungkapan duka cita mengalir dari para influencer, rekan kerja, maupun pengikut Jerome yang merasa kehilangan sebagai bagian dari komunitas perjuangannya. Banyak yang mendoakan agar sang ayah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan, dan Jerome sekeluarga diberi ketabahan dalam menghadapi masa sulit ini.
Kisah ini menegaskan bahwa di balik image ceria dan penuh prestasi dari Jerome Polin — yang diketahui sebagai sosok inspiratif bagi generasi muda — ia juga manusia biasa yang sangat melekat dengan sosok ayah.
Kehadiran sang ayah ternyata bukan sekadar figur pengasuh tapi juga teman ngobrol, tukang pijit pundak saat Jerome lelah, dan partner dalam menyanyi lagu-lagu Batak. Hubungan itu kini menjadi warisan kenangan yang akan terus hidup dalam ingatan Jerome dan para sahabatnya.