Jakarta – Nama Zayn Malik kembali jadi perbincangan publik setelah tercantum dalam epstein files atau files epstein yang belakangan ramai dibahas. Mantan personel One Direction itu disebut dalam kumpulan dokumen email yang dikaitkan dengan Jeffrey Epstein. Meski tidak berkaitan dengan kasus kriminal Epstein, kemunculan nama Zayn dalam dokumen tersebut memicu perhatian karena konteks politik yang menyertainya.
Berdasarkan laporan Jewish News Syndicate (JNS News), nama Zayn Malik masuk dalam daftar selebriti yang mereka kategorikan sebagai artis anti-Israel. Daftar tersebut tercantum dalam draf artikel yang dikirimkan melalui surel kepada Jeffrey Epstein pada Juni 2014. Email itu berisi kompilasi tokoh publik dunia hiburan yang dinilai menunjukkan sikap kritis terhadap kebijakan Israel, khususnya terkait konflik Israel dan Gaza.
Dalam draf yang kemudian dipublikasikan sebagai artikel, JNS News menyoroti unggahan Zayn di media sosial. Saat konflik Israel-Gaza memanas pada 2014, pelantun lagu What I Am ini secara terbuka menuliskan tagar #FreePalestine di akun Twitter atau X miliknya. Unggahan itu disebut sebagai bentuk keberpihakan yang jelas di tengah situasi politik yang sensitif.
Laporan tersebut juga membandingkan Zayn dengan sejumlah artis lain. Disebutkan bahwa berbeda dengan beberapa selebriti yang sempat mengunggah tagar serupa lalu menghapusnya, ia justru mempertahankan unggahan tersebut. Bahkan, cuitannya kala itu mendapat hampir 200 ribu retweet, menunjukkan besarnya respons publik.
Menariknya, sikap itu disampaikan rekan duet Jisoo dalam lagu Eyes Closed ini saat berada di puncak popularitas bersama One Direction. Keputusan tersebut dinilai berisiko, baik dari sisi keamanan pribadi maupun dampak terhadap citra komersialnya. Meski begitu, Ia tetap konsisten menyuarakan dukungan terhadap Palestina hingga sekarang, meski sempat menghadapi ancaman serius dan tekanan publik.
Selain dirinya, files epstein juga mencantumkan nama-nama besar lain yang dikategorikan memiliki sikap anti-Israel. Beberapa di antaranya adalah Emma Thompson, Penelope Cruz, Javier Bardem, Stevie Wonder, dan Roger Waters. Para figur tersebut diketahui menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah Israel melalui berbagai cara, mulai dari surat terbuka hingga dukungan terhadap gerakan boikot.
Email yang dikirimkan kepada Epstein itu diduga hanya bersifat referensi atau permintaan persetujuan. Namun, temuan ini memperlihatkan bahwa ketertarikan Epstein tidak hanya berkisar pada urusan pribadi atau bisnis, tetapi juga mencakup isu geopolitik dan pemantauan terhadap tokoh publik dunia.
Di luar kontroversi epstein files, ayah satu anak ini tetap melanjutkan kariernya di industri musik. Ia pindah ke Amerika Serikat pada 2015 dan sukses sebagai solois. Baru-baru ini, Zayn menyelesaikan rangkaian konser residensinya di Las Vegas dan tengah bersiap melakukan comeback.
Zayn dijadwalkan merilis single terbaru berjudul Die for Me pada Jumat, 6 Februari. Lagu tersebut akan menjadi pembuka untuk album terbarunya, Konnakol, yang direncanakan meluncur pada 17 April 2026.