Jakarta – Jarang membahas kehidupan pribadinya, Chef Juna Rorimpandey kali ini berbicara blak-blakan mengenai pandangannya soal patah hati. Dalam sebuah perbincangan di kanal YouTube milik Raditya Dika, Juna mengaku bahwa dirinya tidak pernah benar-benar merasakan apa yang disebut sebagai patah hati.
“I don’t know what ‘patah hati’ is,” ujar Chef Juna seperti dikutip dari tayangan YouTube Raditya Dika pada Senin (15/9/2025). Ia menambahkan, “Saya lebih logika,” sambil menegaskan bahwa hidupnya tidak pernah berubah drastis hanya karena urusan hubungan asmara.
Menurut Juna, banyak orang menggambarkan patah hati dengan kehilangan semangat hidup, bahkan tidak mampu makan. Namun baginya, pandangan tersebut tidak masuk akal.
“My life was fine before I met you, what make you think I can not breath after without you,” kata Juna.
Ia menjelaskan lebih jauh bahwa kehidupannya sudah baik sebelum bertemu pasangan. “Gue sebelum ketemu lo, hidup gue baik-baik aja, gue makan, gue bekerja, bisa main motor. Sekarang ada lo, oke lah ada temen nonton, enggak ada lo terus gue tiba-tiba sekarat? Mati? Emang lo siapa,” lanjut Juna dengan nada tegas.
Chef Juna mencontohkan situasi yang menurutnya tidak masuk akal. Ia menyebut, ada orang yang begitu patah hati padahal mantan pasangannya jelas-jelas tidak baik.
“Apalagi patah hati yang enggak worth it ya,” ucapnya. “Anggap aja pacaran sama cewek, ceweknya matre, kita kecintaan, ditinggal dia pindah lagi sama yang lebih kaya, lakinya patah hati? Bego,” kata Juna tanpa tedeng aling-aling.
Menurutnya, inti dari perasaan itu ada pada kendali diri. “Hidup itu simple, dengan segala kerumitan yang ada di luar, you only can control what you can control,” jelasnya.
Lebih lanjut, Juna menyatakan bahwa hanya diri sendiri yang bisa mengendalikan perasaan. Di luar hal-hal yang bisa dikontrol, ia memilih untuk tidak terlalu peduli.
“Selebihnya, bodo amat,” ujar Juna Rorimpandey. Filosofi ini menurutnya menjadi prinsip yang membuatnya tetap tenang menghadapi berbagai situasi dalam hidup.
Meskipun tidak percaya pada konsep patah hati, Juna menegaskan bahwa dirinya tidak menutup diri terhadap hubungan dengan pasangan.
“Tapi kita juga tidak pungkiri, dengan pasangan yang tepat, hidup kita akan lebih baik, lebih berwarna, mungkin itu ada gunanya,” katanya. Namun, ia menegaskan bahwa dirinya tidak bisa menerima jika ada orang sampai kehilangan nafsu makan atau kesehatan mental hanya karena putus cinta.
“Tapi kalau sampai patah hati, enggak bisa makan? Saya enggak main sih yang gituan, belum sampai nalarnya,” tegasnya.
Pernyataan Chef Juna dalam perbincangan bersama Raditya Dika menjadi sorotan publik. Di balik ketegasan dan logika yang ia pegang, Juna menyampaikan pesan sederhana: kendalikan apa yang bisa dikendalikan, dan jangan biarkan diri terpuruk karena kehilangan. Filosofi ini sekaligus memperlihatkan sisi pribadi Juna Rorimpandey yang jarang terekspos, sekaligus menambah warna pada sosoknya di luar dapur dan layar kaca.