Jumlah kecelakaan lalu lintas di Indonesia tetap mengkhawatirkan, dengan hampir 24.500 korban meninggal dunia akibat sekitar 158 ribu kejadian, di mana 65 persen berasal dari pengguna sepeda motor. Kondisi ini mendorong Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, untuk mengajak komunitas ojek online (ojol) menjadi teladan keselamatan di jalan raya.
Dalam pertemuan dengan perwakilan ojol Jabodetabek yang berlangsung di gedung NTMC Polri, Jakarta, pada 2 Juni, Agus menegaskan bahwa kecelakaan lalu lintas masih menjadi masalah serius yang harus segera diatasi. Ia menekankan pentingnya peran pengemudi ojol sebagai bagian dari solusi, mengingat mereka selalu aktif di jalan setiap hari.
“Kami tidak ingin satu pun keluarga besar ojol menjadi korban kecelakaan lalu lintas,” ujar Kakorlantas. Ia pun meminta agar para pengemudi ojol mematuhi aturan lalu lintas dengan disiplin, memakai perlengkapan keselamatan, dan menghindari pelanggaran seperti melawan arus.
Menurutnya, komunitas ojol bisa menjadi agen perubahan dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas di masyarakat. Upaya ini juga sejalan dengan target utama Polri yang bukan sekadar meningkatkan penindakan, melainkan membangun kesadaran masyarakat agar taat terhadap peraturan.
“Kami bangga jika masyarakat tertib dan kami dapat menjalin komunikasi sehingga pelanggaran dan kecelakaan dapat diminimalisir,” tambah Agus.
Melalui program Polantas Menyapa, Polri berharap dapat memberdayakan komunitas ojol agar menjadi pelopor keselamatan dan duta ketertiban yang dapat menularkan kesadaran berlalu lintas kepada seluruh lapisan masyarakat.