Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi Polri untuk memperkuat kepedulian sosial kepada masyarakat. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan kemanusiaan yang digelar bagi warga terdampak kebakaran di kawasan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Jakarta Pusat. Berbagai bantuan disalurkan untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi masa pemulihan pascabencana.
Dalam kegiatan tersebut, Polri menghadirkan sejumlah program yang mencakup bantuan sosial, layanan kesehatan, hingga fasilitas pengurusan dokumen penting yang hilang atau rusak akibat kebakaran. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada warga agar dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari.
Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, hadir mewakili Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk menyerahkan bantuan secara langsung kepada masyarakat terdampak. Kehadiran jajaran Polri di lokasi juga menjadi bentuk perhatian terhadap kondisi warga yang masih menghadapi berbagai kesulitan setelah musibah kebakaran.
“Saya mewakili Bapak Kapolri, termasuk juga panitia HUT Bhayangkara, hari ini menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak, khususnya kebakaran,” ujar Kakorlantas Polri.
Pada kesempatan tersebut, Polri menyalurkan sekitar 500 paket bantuan sosial kepada warga terdampak. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama proses pemulihan berlangsung. Penyaluran bantuan dilakukan dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan warga di lokasi pengungsian maupun lingkungan terdampak.
Menurut Irjen Agus, kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari semangat Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung tema “Polri Untuk Masyarakat”. Tema tersebut menjadi landasan bagi berbagai program kemanusiaan yang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia.
Selain memberikan bantuan kepada korban kebakaran, Polri juga menjalankan sejumlah program sosial lainnya, seperti bedah rumah, bakti religi, penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian, serta penyediaan sarana air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan. Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polri untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung.
Dalam kunjungannya, Kakorlantas Polri turut meninjau pelaksanaan bakti kesehatan yang diselenggarakan bagi warga terdampak. Pemeriksaan kesehatan diberikan untuk memastikan kondisi masyarakat tetap terjaga di tengah situasi pascabencana. Kegiatan ini dilakukan bersama tim kesehatan Polri yang dipimpin oleh Sespusdokkes Polri Brigjen Pol dr. Nariyana.
Tidak hanya fokus pada kebutuhan sosial dan kesehatan, Polri juga memberikan perhatian terhadap persoalan administrasi yang dihadapi warga. Banyak korban kebakaran kehilangan berbagai dokumen penting, termasuk surat kendaraan dan identitas pribadi. Untuk itu, Polri membuka layanan khusus guna membantu proses pengurusan dokumen yang rusak maupun hilang akibat kebakaran.
“Sudah ada poskonya, semoga nanti bisa kami bantu dengan secepatnya untuk dilakukan pelayanan dengan baik,” kata Irjen Agus.
Melalui posko pelayanan tersebut, warga dapat memperoleh bantuan dalam pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), serta berbagai dokumen penting lainnya. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan administrasi masyarakat yang terdampak.
Kebakaran yang terjadi di wilayah RW 004 dan RW 005 Kelurahan Kebon Kosong diketahui berdampak pada ratusan warga dan sejumlah bangunan. Polri memberikan perhatian kepada seluruh kelompok masyarakat terdampak, mulai dari anak-anak, pelajar, balita, lansia, hingga warga dewasa.
Melalui berbagai program kemanusiaan tersebut, Polri menegaskan bahwa peringatan Hari Bhayangkara bukan hanya menjadi agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat melalui bantuan nyata yang dapat meringankan beban warga serta mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.