Jakarta – Belakangan, media sosial TikTok dihebohkan dengan beredarnya video yang menampilkan seorang pelatih lumba-lumba bernama Jessica Radcliffe yang disebut tewas diserang paus orca.
Dalam rekaman itu, sosok yang diklaim sebagai Jessica terlihat tengah memandu pertunjukan di sebuah taman laut nasional sebelum akhirnya diserang hewan laut tersebut.
Narasi yang beredar menyebut bahwa sang pelatih meninggal dunia dalam waktu 10 menit setelah diselamatkan oleh staf taman laut. Video ini mulai viral pada Sabtu, 9 Agustus 2025.
Namun, hasil penelusuran fakta membuktikan bahwa peristiwa tersebut adalah hoaks. Mengutip laporan Sada Elbalad English, tidak ditemukan bukti yang mendukung klaim tersebut. “Tak ada laporan polisi, keterangan taman laut, atau video yang kredibel atas klaim itu,” tulis media tersebut.
Berdasarkan investigasi yang dilakukan International Business Times, cuplikan video penyerangan orca itu merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Identitas Radcliffe sendiri juga meragukan, sebab tidak tercatat dalam daftar pegawai taman laut, pangkalan data publik, maupun laporan media kredibel.
Bahkan, beberapa narasi liar yang beredar di internet menyebutkan bahwa paus orca menjadi agresif karena terprovokasi oleh darah menstruasi korban. Mengutip The Star, klaim tersebut tidak memiliki dasar ilmiah. Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa perilaku orca dapat berubah karena faktor tersebut.
Pengamatan terhadap pola narasi dan gambar dalam video tersebut menunjukkan kemiripan dengan tragedi nyata yang pernah terjadi sebelumnya.
Pada 2010, pelatih SeaWorld bernama Dawn Brancheau di Florida, Amerika Serikat, tewas akibat serangan orca. Setahun sebelumnya, pada 2009, insiden serupa menimpa pelatih lumba-lumba Alexis Martinez di taman laut Tenerife, Spanyol.
Kedua peristiwa tersebut terdokumentasi dengan jelas dan diverifikasi oleh berbagai pihak, berbeda dengan kasus yang dikaitkan dengan Jessica Radcliffe yang tidak memiliki sumber tepercaya.
Laporan GTV News menegaskan bahwa video viral ini sarat dengan tanda-tanda manipulasi. Mulai dari pengeditan yang terlalu dramatis, detail yang tidak konsisten, hingga absennya sumber yang dapat diverifikasi.
Media tersebut menyimpulkan bahwa materi visual yang beredar kemungkinan besar dihasilkan oleh AI atau dimodifikasi secara digital.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa masyarakat harus semakin kritis terhadap konten yang beredar di internet, terlebih dengan kemajuan teknologi yang memudahkan pembuatan video palsu yang tampak meyakinkan.
Dengan fakta-fakta yang terungkap, jelas bahwa kisah Jessica Radcliffe—yang disebut sebagai pelatih lumba-lumba sekaligus pelatih orca—tewas dalam pertunjukan hanyalah kabar bohong yang berhasil mengecoh publik.
Masyarakat diimbau untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, guna mencegah penyebaran hoaks yang dapat merugikan banyak pihak.