Pagi hari di tol Jakarta-Cikampek berubah tegang pada 21 Januari 2026, saat sebuah mobil Isuzu Panther kehilangan kendali di KM 21. Mobil itu melaju tanpa respons terhadap klakson dari kendaraan di belakang, bahkan dekat dengan pembatas jalan. Dalam situasi tersebut, tindakan seorang sopir truk wingbox, Aan, menjadi penentu keselamatan banyak pengguna jalan.
Aan mengungkapkan bahwa dirinya memutuskan menggeser ke jalur tiga dan dengan hati-hati mengikuti mobil oleng tersebut, berupaya mengamankan kondisi di tol yang ramai. “Banyak kendaraan di belakang klakson, tapi tidak ada respons. Saya pindah ke jalur tiga dan mencoba mendekat untuk mengamankan,” ujarnya menjelaskan langkah beraninya.
Setelah dilakukan pengecekan, diketahui pengemudi mobil Panther meninggal dunia akibat serangan jantung sebelum mobil berhenti, menyebabkan kendaraan tersangkut di traffic cone area putar balik. Kesigapan Aan dalam mengawal mobil tersebut berhasil meminimalisasi kemungkinan terjadinya kecelakaan beruntun yang dapat membawa korban lebih besar.
Kepedulian Aan mendapat perhatian istimewa dari institusi Polri. Pada kesempatan tersebut, Kakorlantas Polri ketika itu, Inspektur Jenderal Polisi Agus Suryonugroho, secara langsung mengundang Aan untuk menerima piagam penghargaan atas aksinya itu. “Saya mewakili institusi Polri. Mas Aan ini menjadi atensi Bapak Kapolri. Hari ini saya bersama Pak Dirgakkum mengundang Panjenengan untuk menyampaikan apresiasi dan terima kasih, sekaligus memberikan piagam penghargaan,” kata Agus saat penyerahan piagam.
Bagi Aan, penghargaan tersebut merupakan kejutan, ia menegaskan bahwa tindakannya murni didasari oleh naluri untuk melindungi sesama di jalan, bukan untuk mencari pengakuan. Kisah heroik ini membuka pandangan luas mengenai profesi pengemudi angkutan barang, yang tidak hanya bertanggung jawab atas muatan, namun juga terhadap keselamatan pengguna jalan lainnya.
Setiap perjalanan yang dilakukan mengandung tanggung jawab besar, membawa harapan dan doa dari keluarga di rumah yang menunggu kepulangan para pengemudi dengan selamat. Meski kepemimpinan Korlantas Polri kini telah beralih kepada Irjen Pol. Wibowo sejak 4 Juli 2026, semangat menghargai pengemudi yang penuh kepedulian seperti Aan tetap dihormati dan dipertahankan sebagai budaya keselamatan jalan.