• Beranda
  • Cek Hoax
  • Cek Fakta
  • Lapor Hoax
  • Layanan Publik
No Result
View All Result
faktaatauhoax.com
No Result
View All Result
Home Jaga Negeri

Kakorlantas: Pengguna Jalan yang Tertib Harus Jadi Contoh Budaya Keselamatan

Geralda Talitha by Geralda Talitha
26 Mei 2026
in Jaga Negeri
0
0
SHARES
8
VIEWS

Related Posts

Bareskrim Polri dan PDFMI Laksanakan Ekshumasi untuk Ungkap Kematian Sutrimo

Divhumas Polri Optimalkan Pelayanan Informasi Publik melalui Penguatan PPID

Di tengah hiruk-pikuk jalanan yang sering dipenuhi pelanggaran dan kemacetan, mayoritas pengguna jalan sebenarnya menjalankan aturan dengan penuh kedisiplinan. Helm selalu dipakai, lampu merah dihormati, kecepatan dijaga, dan pengguna jalan lain diperlakukan dengan hormat; meskipun perilaku positif ini jarang mendapat sorotan.

Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., Kakorlantas Polri, menegaskan bahwa persoalan lalu lintas bukan hanya masalah penindakan pelanggaran semata, melainkan tantangan sosial yang menuntut perubahan budaya. “Kami ingin mayoritas masyarakat yang tertib ikut menjadi kekuatan perubahan di jalan raya,” ujarnya dalam kampanye keselamatan lalu lintas yang diinisiasi Korlantas Polri. Pernyataan ini menandai perubahan sikap Polantas, dari sekadar menindak pelanggar menjadi memperkuat pengguna jalan yang patuh.

Seringkali narasi soal lalu lintas Indonesia didominasi oleh aspek negatif. Namun jika diperhatikan lebih seksama, banyak pengguna yang tanpa suara turut menjaga ketertiban dengan tindakan sederhana seperti berhenti pada lampu merah, memberi jalan bagi ambulans, serta tidak melawan arus.

Kelakuan jujur dan tertib seperti ini sejatinya dapat dijadikan pondasi untuk membangun budaya disiplin berkendara yang kuat. Karena budaya tertib harus berakar dari kebiasaan sehari-hari yang kemudian menjadi nilai sosial, bukan semata aturan yang diatur lewat perundang-undangan.

Sayangnya, pelanggaran kecil seperti melawan arus, menyalip di marka jalan, atau menerobos lampu merah masih dipandang biasa. Padahal, kebiasaan sepele ini berpotensi memicu risiko besar di jalan raya.

Polantas kini mengajak masyarakat untuk menjadi teladan keselamatan, tidak hanya mematuhi aturan demi diri sendiri, melainkan sebagai contoh bagi lingkungan sekitar. Bentuk partisipasi publik seperti ini menguatkan manfaat lebih dibanding hanya memberi instruksi resmi.

Penggunaan media sosial, kampanye publik, dan dialog dengan komunitas menjadi sarana strategis untuk meningkatkan kesadaran kolektif. Keselamatan bersama bukan lagi tanggung jawab dari aparat semata, tetapi menjadi milik semua warga pengguna jalan.

Memang, tidak ada pengawasan yang dapat mengawasi perilaku setiap individu sepanjang waktu. Meskipun kamera ETLE dan razia polisi efektif merekam dan menindak pelanggaran, tanpa kesadaran sosial, pelanggaran akan tetap terjadi. Kesadaran dari masyarakat sendiri adalah fondasi utama keselamatan jalan.

Sebuah tindakan sederhana seperti berhenti pada lampu merah walaupun jalan sepi berarti melindungi pengguna jalan lain yang tidak dikenal. Memberi jalan pada ambulans berarti menghormati hak hidup sesama manusia. Dari sikap peduli itulah, budaya keselamatan dapat tumbuh dan berlangsung, bukan karena takut diawasi, melainkan dari rasa tanggung jawab bersama.

 

Next Post

Zero ODOL 2027 Jadi Langkah Besar Polri Benahi Transportasi Nasional

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Popular Posts

Tak Berkategori

by Geralda Talitha
22 Oktober 2026
0

JAKARTA — Kebutuhan masyarakat dan insan pers terhadap informasi yang cepat, akurat, dan tepercaya mendorong pentingnya pengembangan sistem pengelolaan konten...

Read more

#ReserseBekerja: Tim URC Bareskrim Polda Sulut Gagalkan Pelarian Pelaku Curanmor di Bitung

Load More

[mc4wp_form id="274"]


Popular Posts

Viral Video Jessica Radcliffe Pelatih Orca yang Dimakan Paus, Fakta atau Hoax?

by Geralda Talitha
12 Agustus 2025
0

[SALAH] Anda “Berhak terima hadiah cashback voucher pulsa gratis dari TELEGRAM senilai 300.000”

by admin
23 Juli 2021
0

Cek Fakta: Komedian Babe Cabita Meninggal Dunia, Benarkah?

by Geralda Talitha
9 April 2024
0

© Copyright Faktaatauhoax Team All Rights Reserved .

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Cek Hoax
  • Cek Fakta
  • Lapor Hoax
  • Layanan Publik

© Copyright Faktaatauhoax Team All Rights Reserved .

wpDiscuz