• Beranda
  • Cek Hoax
  • Cek Fakta
  • Lapor Hoax
  • Layanan Publik
No Result
View All Result
faktaatauhoax.com
No Result
View All Result
Home Jaga Negeri

Jarak Pengereman Bertambah, Muatan Berlebih Jadi Ancaman Keselamatan Jalan

Geralda Talitha by Geralda Talitha
23 Juni 2026
in Jaga Negeri
0
0
SHARES
5
VIEWS

Related Posts

Bareskrim Polri dan PDFMI Laksanakan Ekshumasi untuk Ungkap Kematian Sutrimo

Divhumas Polri Optimalkan Pelayanan Informasi Publik melalui Penguatan PPID

Keterbukaan Informasi Publik Jadi Kunci Polri Membangun Kepercayaan Masyarakat

Saat kendaraan membawa beban melebihi kapasitasnya, efek terbesar bukan hanya pada mesin atau suspensi melainkan pada kemampuan untuk berhenti secara aman. Jarak pengereman meningkat signifikan ketika pengemudi harus menghentikan kendaraan dalam kondisi darurat, sehingga selisih waktu berharga itu dapat menjadi penentu antara kecelakaan fatal dan perjalanan yang selamat.

Pengemudi tentu mengharapkan keselamatan diri dan kelancaran tugas yang dilakukan, sedangkan pengguna jalan lainnya menginginkan setiap kendaraan di sekitarnya mampu bermanuver dan berhenti tepat waktu. Namun praktik overload memaksa mesin, rem, ban, dan sistem suspensi beroperasi melewati batas yang telah ditentukan produsen.

Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., selaku Kepala Korps Lalu Lintas Polri, menegaskan bahwa penindakan terhadap kendaraan Over Dimension dan Over Loading (ODOL) bukan untuk tujuan kebanggaan, melainkan demi melindungi keselamatan masyarakat. “Kami tidak bangga menindak. Yang kami perjuangkan adalah keselamatan masyarakat,” jelas Irjen Agus.

Pesan ini sangat penting terutama bagi kendaraan angkutan barang yang melewati jalur industri, kawasan perkotaan, dan jalan nasional di berbagai wilayah Indonesia. Keinginan untuk menambah muatan demi efisiensi ternyata dapat berujung pada biaya perbaikan yang membengkak, konsumsi bahan bakar yang boros, penundaan distribusi barang, serta kerugian materi akibat kecelakaan.

Menurut artikel dari Cartrack, muatan berlebih secara signifikan mengurangi kemampuan kendaraan dalam menjaga stabilitas dan kelincahan saat bermanuver. Rem yang harus bekerja keras di bawah tekanan berlebih pun berpotensi kehilangan efektivitas, semakin berbahaya apabila kendaraan melewati daerah turunan, tikungan tajam, kondisi jalan rusak, atau ketika melaju dengan kecepatan tinggi.

Perusahaan transportasi TRAC turut menyebutkan bahwa beban ekstra mengharuskan rem menambah jarak pengereman, mengakibatkan keterlambatan respons kendaraan. Selain itu, muatan yang berlebihan mempercepat kerusakan pada ban, suspensi, menurunkan performa mesin, dan meningkatkan konsumsi bahan bakar.

Oleh karena itu, pengemudi dan perusahaan harus memastikan berat bruto kendaraan (Gross Vehicle Weight) sesuai batas yang diizinkan. Hal ini termasuk menimbang muatan sebelum berangkat, mendistribusikan barang secara merata, serta rutin memeriksa kondisi rem, ban, dan suspensi. Sikap disiplin pun diperlukan dengan menjaga kecepatan dan jarak aman di jalan.

Kepatuhan pada aturan muatan bukan hanya soal regulasi, tapi menjadi kunci agar kendaraan tetap stabil, mudah dikendalikan, dan dapat berhenti secara efektif saat diperlukan, sehingga melindungi keselamatan keluarga pengemudi dan seluruh pengguna jalan.

Dengan menghindari overload, pengemudi dapat memastikan mereka kembali ke rumah dengan selamat, sekaligus menjaga keselamatan orang lain di jalan raya.

 

Tags: ODOL
Next Post

Puncak Bakti Kesehatan Polri di Jakarta, Ribuan Warga Dapat Layanan Gratis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Popular Posts

Tak Berkategori

by Geralda Talitha
21 Agustus 2026
0

Faktaatauhoax.com -  Perkembangan teknologi membawa perubahan pada cara reserse menangani perkara pidana. Proses yang sebelumnya berjalan melalui administrasi manual dan...

Read more

Jelang HUT Ke-81 RI, Tokoh Adat Puncak Jaya Serahkan 150 Paket Sembako Dan Peralatan Voli

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

Load More

[mc4wp_form id="274"]


Popular Posts

Viral Video Jessica Radcliffe Pelatih Orca yang Dimakan Paus, Fakta atau Hoax?

by Geralda Talitha
12 Agustus 2025
0

[SALAH] Anda “Berhak terima hadiah cashback voucher pulsa gratis dari TELEGRAM senilai 300.000”

by admin
23 Juli 2021
0

Cek Fakta: Komedian Babe Cabita Meninggal Dunia, Benarkah?

by Geralda Talitha
9 April 2024
0

© Copyright Faktaatauhoax Team All Rights Reserved .

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Cek Hoax
  • Cek Fakta
  • Lapor Hoax
  • Layanan Publik

© Copyright Faktaatauhoax Team All Rights Reserved .

wpDiscuz