JAKARTA – PT Qudo Buana Nawakara turut berpartisipasi dalam Seminar Indonesia Technology and Innovation (INTI 2026) yang digelar di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta, pada 11–13 Agustus 2026. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, serta penyedia solusi teknologi untuk membahas perkembangan teknologi dan arah transformasi digital Indonesia.
Dalam rangkaian seminar, kedaulatan digital menjadi salah satu isu utama. Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dinilai telah mengubah cara manusia bekerja dan mengambil keputusan. Kondisi tersebut sekaligus mendorong Indonesia untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi global, tetapi mampu membangun solusi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan nasional.
Dr. Sony Hendra Sudarana menyoroti pentingnya pengembangan teknologi dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan terhadap platform asing. Menurutnya, Indonesia membutuhkan model AI yang mampu memahami konteks lokal sekaligus menawarkan efisiensi dan kecepatan dalam mendukung berbagai kebutuhan masyarakat maupun institusi.
PT Qudo Buana Nawakara melihat peluang tersebut sebagai bagian dari upaya mempercepat pemanfaatan AI secara lebih optimal. Perusahaan berkomitmen mengembangkan integrasi teknologi dengan tetap memperhatikan keamanan data, kepatuhan terhadap regulasi, serta perlindungan informasi strategis nasional.
Sementara itu, Prof. Arwin Datumaya Wahyudi Sumari menilai tantangan keamanan saat ini membutuhkan pendekatan berbasis sistem cerdas. Konsep Cognitive AI dan Knowledge Growing System (KGS) menjadi salah satu arah pengembangan untuk menciptakan sistem yang mampu mengolah data sekaligus membangun pengetahuan secara berkelanjutan.
Dalam INTI 2026, PT Qudo Buana Nawakara turut memperkenalkan sejumlah solusi teknologi, seperti MediaHub, Multipool, dan Silancar. MediaHub menyediakan konten foto, audiovisual, dan audio yang dapat mendukung kebutuhan informasi serta pemberitaan. Multipool memanfaatkan otomasi dan AI untuk mengumpulkan serta menganalisis data dari media sosial dan berbagai platform digital.
Adapun Silancar dikembangkan untuk mendukung command center dan petugas kepolisian melalui pemantauan kendaraan secara real-time, pelacakan berbasis peta digital, hingga identifikasi perilaku berkendara berisiko.
Keikutsertaan dalam INTI 2026 mempertegas komitmen PT Qudo Buana Nawakara dalam menghadirkan teknologi yang aman, adaptif, dan relevan. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem AI nasional yang mandiri menuju Indonesia Emas 2045.