Jakarta – Nama Wirda Mansur, putri Ustaz Yusuf Mansur, kembali menjadi sorotan setelah seorang netizen menagih utang melalui media sosial.
Pemilik akun X @basoikangrobak mengunggah surat terbuka yang ditujukan kepada Wirda untuk menuntut pembayaran utang yang telah lama tak kunjung dilunasi.
“Surat terbuka untuk Saudari Wirda Mansur/Wirda Salamah Ulya. Tolong dibayar utangnya, Kak. Maaf saya viralkan karena kamu diingetin soal personal kagak pernah digubris,” tulis akun tersebut, Senin (17/2).
Unggahan ini menimbulkan perhatian luas di media sosial, termasuk TikTok dan Twitter, seiring banyaknya netizen yang mengaku pernah terlibat dalam komunitas bisnis yang didirikan Wirda, Milenial Anti Bokek (MAB).
Komunitas bisnis Milenial Anti Bokek dibentuk pada 2020 dengan tujuan membantu masyarakat, terutama anak muda, meningkatkan penghasilan selama pandemi. Untuk bergabung, peserta harus membayar biaya pendaftaran mulai dari Rp50.000 hingga Rp100.000.
Menurut klaim akun tersebut, grup MAB sempat memiliki lebih dari 90.000 anggota. Namun, setelah berjalan selama dua tahun, komunitas ini dinyatakan tak aktif tanpa kejelasan bagi anggotanya.
Anggota yang merasa dirugikan mengaku kecewa karena dana yang mereka setorkan untuk bergabung tidak memberikan manfaat yang dijanjikan. “Selama dua tahun, kami tak mendapatkan informasi jelas. Bahkan admin grup sulit dihubungi,” ungkap salah satu netizen.
Pemilik akun @basoikangrobak dan beberapa anggota lain menyoroti aktivitas Wirda yang kerap memamerkan gaya hidup mewah, seperti bepergian ke luar negeri. “Kami gerah karena dia sering pamer liburan, tapi utang kepada kami tidak diselesaikan,” tulisnya.
Unggahan ini memicu gelombang reaksi publik. Beberapa netizen bahkan menghitung estimasi keuntungan Wirda dari bisnis MAB. “Kalau 90.000 anggota bayar Rp100.000 saja, itu sudah Rp9 miliar. Tapi mana tanggung jawabnya?” tulis akun @djengpuj.
Di tengah kontroversi ini, Wirda Mansur justru memamerkan proyek pesantren yang sedang dibangunnya di Indramayu. Melalui akun media sosialnya, ia menunjukkan beberapa bagian pesantren Daarul Mansur yang sedang dalam proses pembangunan.
“Alhamdulillah, ngecek pesantren Daarul Mansur cabang Indramayu,” tulis Wirda. Ia juga menambahkan bahwa biaya pendidikan di pesantren tersebut sangat terjangkau. “Biaya masuk hanya Rp4 juta sampai lulus. SPP di bawah Rp700.000,” ujarnya.
Wirda menyatakan pesantren ini dibuka untuk siswa SMP dan SMA, baik putra maupun putri. Namun, respons publik terhadap unggahan ini beragam, terutama karena kontroversi utang yang masih belum ditanggapi secara resmi oleh Wirda.
Kontroversi ini semakin panas setelah banyak netizen turut bersuara di berbagai platform. “Estimasi 90.000 x Rp100.000. Bisa lebih dari Rp9 miliar! Tapi tidak ada kejelasan,” kritik akun @mega230320.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Wirda Mansur terkait tuntutan ini. Publik masih menunggu klarifikasi atau solusi dari putri Ustaz Yusuf Mansur ini untuk menyelesaikan persoalan yang telah viral.
Kontroversi ini mengingatkan bahwa transparansi dalam bisnis sangat penting, terutama saat melibatkan banyak orang yang berharap mendapatkan manfaat dari investasi mereka.
Wirda Mansur diharapkan memberikan penjelasan agar masalah ini tidak semakin merusak kepercayaan publik terhadapnya.