• Beranda
  • Cek Hoax
  • Cek Fakta
  • Lapor Hoax
  • Layanan Publik
No Result
View All Result
faktaatauhoax.com
No Result
View All Result
Home Education

Kepatuhan Berkendara Dinilai Lebih Efektif Jika Lahir dari Kesadaran

Geralda Talitha by Geralda Talitha
12 Mei 2026
in Education
0
0
SHARES
3
VIEWS

Related Posts

Zero ODOL 2027: Transformasi Digital Polantas Demi Keselamatan Jalan Raya

Peran Orang Tua dalam Mencegah Bullying di Sekolah: Menjadi Garda Terdepan dalam Keselamatan Anak

Siswa, Ini 4 Cara Bijak Berinternet dan Bermedia Sosial

Transformasi mendasar tengah terjadi dalam pelayanan polisi lalu lintas di Indonesia, yang kini mengedepankan kesadaran keselamatan daripada sekadar penegakan hukum. Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., Kepala Korps Lalu Lintas Polri, menegaskan bahwa tujuan utama mereka adalah mengajak masyarakat sadar akan keselamatan, bukan menimbulkan ketakutan karena ancaman tilang.

Selama ini, kepatuhan pengendara lebih banyak didorong oleh rasa takut terkena sanksi tilang. Namun, pendekatan seperti itu dianggap kurang efektif untuk membangun budaya lalu lintas yang berkelanjutan. Polisi lalu lintas pun mulai mengimbangi penegakan hukum dengan pendekatan edukatif dan komunikatif yang lebih humanis.

Meski demikian, fungsi penindakan tetap menjadi tulang punggung sistem keselamatan lalu lintas. Polantas mengoptimalkan teknologi modern seperti tilang elektronik (ETLE), patroli rutin, serta pengawasan digital untuk memastikan tertibnya aturan di jalan raya. Namun, Irjen Agus mengingatkan bahwa sanksi saja tidak cukup mengubah pola pikir masyarakat secara mendalam.

Sebagai ganti pendekatan represif yang selama ini dominan, polisi lalu lintas kini giat berpartisipasi dalam kegiatan edukasi dan dialog komunitas. Program “Polantas Menyapa” memperlihatkan bagaimana anggota Polantas tak hanya sekadar menegakkan aturan, tapi turut menjelaskan makna dan manfaat keselamatan kepada masyarakat.

Irjen Agus menekankan pentingnya menjadikan nilai keselamatan sebagai kesepakatan sosial bersama, bukan sekadar kewajiban hukum. “Tujuan kami bukan membuat masyarakat takut ditilang, tapi sadar untuk selamat,” ujarnya pada berbagai kesempatan. Kesadaran ini dianggap dapat menciptakan kepatuhan yang murni dan tahan lama, misalnya pengendara yang mengenakan helm dan sabuk pengaman tanpa takut ditilang, melainkan karena memahami risiko yang ada.

Dalam praktiknya, pendekatan modern policing ini mendorong Polantas untuk lebih aktif berinteraksi humanis di lapangan serta memasuki ruang-ruang sosial seperti sekolah, kampus, dan komunitas motor. Mereka tak hanya memberikan perintah, melainkan membuka dialog persuasif sehingga menciptakan mitra keselamatan dalam masyarakat.

Kesadaran kolektif diharapkan menjadi fondasi budaya tertib. Ketika masyarakat menjadi pengawas bagi dirinya sendiri dan memahami nilai saling menghormati pengguna jalan, disiplin lalu lintas akan terbentuk secara alami tanpa perlu penindakan konstan. Contohnya terlihat ketika pengendara menghormati lampu merah atau memberi jalan kepada ambulans atas dasar kepedulian, bukan karena ketakutan terhadap polisi.

Perubahan paradigma ini merupakan proses yang panjang, namun menurut Irjen Agus hal itu perlu dimulai dari filosofi pelayanan polantas yang baru. Budaya keselamatan yang dibangun bukanlah hasil ancaman, melainkan kesadaran mendalam akan pentingnya menjaga nyawa dan kehidupan bersama di jalan raya.

Polantas kini berupaya menumbuhkan kepatuhan yang lahir dari nilai, bukan ketakutan, sebagai bagian dari peradaban jalan yang lebih maju. Ini bukan sekadar soal aturan dan kendaraan, tetapi mengenai ujian sosial mengenai disiplin, empati, dan penghormatan antar sesama di ruang publik.

 

 

Next Post

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Popular Posts

Jaga Negeri

Polantas dan Ojol Duduk Bersama, Perkuat Sinergi untuk Tertib Berlalu Lintas

by Geralda Talitha
11 Juni 2026
0

Suasana hangat dan santai di sebuah kafe di Jalan Arifin Achmad, Kota Pekanbaru, menjadi saksi pertemuan antara Direktorat Lalu Lintas...

Read more

Polantas dan Ojol Duduk Bersama, Perkuat Sinergi untuk Tertib Berlalu Lintas

550 Ojol Hadiri Baksos Hari Bhayangkara, Muncul Gagasan Asosiasi Ojol Nusantara

Polri Gelar Baksos Hari Bhayangkara ke-80 Bersama Komunitas Ojol di Jakarta

Menggapai Indonesia Bebas Over Dimension Over Load 2027 melalui Sinergi Lintas Sektor

Kerusakan Jalan Akibat Over Dimension Overload Merugikan Semua Pihak dan Butuh Pengawasan Ketat

Load More

[mc4wp_form id="274"]


Popular Posts

[SALAH] Anda “Berhak terima hadiah cashback voucher pulsa gratis dari TELEGRAM senilai 300.000”

by admin
23 Juli 2021
0

Aldi Maldini Klarifikasi Dugaan Penipuan, Akuip Siap Refund Uang Fans

by Geralda Talitha
13 Mei 2025
0

Viral Video Jessica Radcliffe Pelatih Orca yang Dimakan Paus, Fakta atau Hoax?

by Geralda Talitha
12 Agustus 2025
0

© Copyright Faktaatauhoax Team All Rights Reserved .

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Cek Hoax
  • Cek Fakta
  • Lapor Hoax
  • Layanan Publik

© Copyright Faktaatauhoax Team All Rights Reserved .

wpDiscuz