• Beranda
  • Cek Hoax
  • Cek Fakta
  • Lapor Hoax
  • Layanan Publik
No Result
View All Result
faktaatauhoax.com
No Result
View All Result
Home Tak Berkategori

Polantas Menyapa, Strategi Baru Kurangi Risiko Kecelakaan

Polantas Menyapa, Strategi Baru Kurangi Risiko Kecelakaan

Geralda Talitha by Geralda Talitha
3 Februari 2026
in Tak Berkategori
0
0
SHARES
2
VIEWS

Jakarta – Di banyak negara, urusan keselamatan lalu lintas sering identik dengan teknologi. Kamera tilang elektronik, pemantauan digital, hingga kecerdasan buatan dipakai untuk menertibkan jalan raya. Indonesia tentu tidak menutup mata pada kemajuan itu. Namun, ada satu pendekatan yang justru ditempatkan sebagai fondasi utama: membangun kepercayaan antara polisi dan masyarakat.

Related Posts

GNI Nilai Rendahnya Pengaduan Masyarakat Cerminkan Peningkatan Kinerja Polantas

GNI Nilai Rendahnya Pengaduan Masyarakat Cerminkan Peningkatan Kinerja Polantas

Gagasan inilah yang menjadi ruh Program Polantas Menyapa dan Melayani 2026. Di bawah kepemimpinan Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., keselamatan lalu lintas dipandang bukan semata soal rambu, sanksi, atau pelanggaran. Lebih dari itu, keselamatan lahir dari hubungan yang sehat dan saling percaya di ruang publik bernama jalan raya.

Dalam program ini, kehadiran polisi lalu lintas tidak lagi didefinisikan sebagai simbol kekuasaan yang menakutkan. Polantas hadir sebagai bagian dari keseharian masyarakat—menyapa, mendengar keluhan, membantu, dan berdialog. Jalan raya pun tidak hanya menjadi ruang mobilitas, tapi juga ruang interaksi sosial.

Pendekatan ini sebenarnya bukan hal baru di dunia. Banyak negara telah menerapkan konsep community policing. Jepang dengan sistem koban, Inggris melalui neighborhood policing, hingga Kanada yang mengedepankan penegakan hukum berbasis kepercayaan publik. Namun Indonesia memilih tidak menyalinnya mentah-mentah.

Karakter masyarakat, budaya, dan kompleksitas lalu lintas Indonesia menuntut pendekatan yang lebih membumi. Karena itu, kata “menyapa” dipilih sebagai simbol utama. Terdengar sederhana, tetapi menyimpan makna besar. Sapaan adalah jembatan. Ia memecah jarak psikologis dan membuka ruang dialog yang selama ini sering tertutup oleh seragam dan kewenangan.

Seperti yang disampaikan Kakorlantas Polri, keselamatan tidak akan tumbuh dari rasa takut. Ia justru berkembang ketika masyarakat merasa dihargai dan diperlakukan secara manusiawi. Inilah perubahan besar dalam cara pandang: dari pendekatan yang kaku menuju pendekatan relasional.

Prinsip ini sejalan dengan konsep procedural justice, di mana kepatuhan muncul bukan karena ancaman hukuman, tetapi karena rasa adil dan kepercayaan. Di jalan raya—ruang yang sering penuh emosi—pendekatan humanis justru menjadi kunci agar pesan keselamatan lebih mudah diterima.

Salah satu langkah konkret program ini adalah menggandeng komunitas pengemudi ojek online. Para pengemudi ojol adalah pengguna jalan paling aktif. Mereka memahami medan, titik rawan kecelakaan, dan dinamika lalu lintas sehari-hari. Karena itu, mereka tidak diposisikan sebagai objek pengawasan, melainkan mitra keselamatan.

Lewat dialog terbuka dan road show di berbagai daerah, Polantas mengajak komunitas ojol terlibat langsung. Pesannya jelas: keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Ketika pengemudi merasa dilibatkan, muncul rasa memiliki dan kepedulian untuk saling menjaga di jalan.

Pendekatan kolaboratif ini mencerminkan semangat gotong royong khas Indonesia. Keamanan dan keselamatan tidak dimonopoli negara, melainkan dibangun bersama. Masukan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam evaluasi kebijakan.

Pada akhirnya, Polantas Menyapa dan Melayani 2026 ingin mengubah cara kita memandang jalan raya. Bukan lagi ruang yang penuh ketegangan, melainkan ruang percaya. Dari sapaan sederhana hari ini, tumbuh budaya tertib dan aman untuk masa depan.Po

Tags: community policing IndonesiaKorlantas Polri 2026pelayanan publik PolriPolantas Menyapa dan MelayaniPolri Presisitrust-based policing
Next Post

Gotong Royong di Jalan Raya, Strategi Baru Korlantas Polri Wujudkan Keselamatan

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Popular Posts

Jaga Negeri

PJR Cipularang Ingatkan Sopir Truk Jangan Parkir di Bahu Jalan Tol Lewat Program Polantas Menyapa

by Geralda Talitha
26 Juni 2026
0

Kegiatan "Polantas Menyapa" yang digelar di Rest Area KM 72A Tol Cipularang pada Jumat pagi, 26 Desember 2025, menjadi momen...

Read more

PJR Cipularang Ingatkan Sopir Truk Jangan Parkir di Bahu Jalan Tol Lewat Program Polantas Menyapa

Polda Jatim Sita 85,66 Kg Sabu dan 3,6 Juta Butir Obat Keras, 4.061 Tersangka Diamankan

Mengapa Kendaraan ODOL Menjadi Ancaman Serius bagi Keselamatan Jalan?

ODOL dan Dampaknya terhadap Keselamatan, Logistik, serta Ekonomi Nasional

Mengenal Dampak ODOL terhadap Keselamatan Pengemudi dan Sistem Logistik

Kapolri Serahkan 6.000 Paket Bansos di Puncak Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara

Load More

[mc4wp_form id="274"]


Popular Posts

[SALAH] Anda “Berhak terima hadiah cashback voucher pulsa gratis dari TELEGRAM senilai 300.000”

by admin
23 Juli 2021
0

Viral Video Jessica Radcliffe Pelatih Orca yang Dimakan Paus, Fakta atau Hoax?

by Geralda Talitha
12 Agustus 2025
0

Aldi Maldini Klarifikasi Dugaan Penipuan, Akuip Siap Refund Uang Fans

by Geralda Talitha
13 Mei 2025
0

© Copyright Faktaatauhoax Team All Rights Reserved .

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Cek Hoax
  • Cek Fakta
  • Lapor Hoax
  • Layanan Publik

© Copyright Faktaatauhoax Team All Rights Reserved .

wpDiscuz